
Rakor Percepatan LTT, Kepala BSIP : Gowa Harus Jadi Contoh Pembangunan Pertanian
Penambahan luas tambah tanam (LTT) padi merupakan salah satu strategi pemerintah dalam mendorong peningkatan produksi beras melalui meningkatan luas pertanaman padi dalam semusim.
Langkah ini dinilai akan mampu mendorong terwujudnya swasembada pangan secepatnya.
Mendukung hal tersebut Kepala BSIP Prof. Fadjry Djufry bersama Bupati Gowa menyelenggarakan rapat koordinasi percepatan LTT. Rakor ini dihadiri jajaran dinas pertanian, bps, penyuluh, babinsa dan KTNA dari 18 kecamatan di Kabupaten Gowa.
Rakor ini membahas capaian LTT padi di Gowa dalam kurun waktu 3 tahun terakhir. Dengan adanya peningkatan dukungan saprodi diharapkan meningkatnya LTT akan sejalan dengan meningkatnya produksi pangan di Gowa.
Dalam arahannya Bupati Gowa menyampaikan bahwa dalam agenda 100 hari kerjanya, salah satu yang menjadi perhatian ada peningkatan perkonomian masyarakat salah satunya petani. Oleh karena itu dukungan dan sinergi dengan pemerintah pusat sangat diharapkan mendorong peningkatan pendapatan di petani.
Senada dengan hal terbut Kepala BSIP dalam lawatannya di Sulawesi Selatan menyampaikan bahwa Gowa menjadi salah satu lokasi yang mendapat perhatian dari Kementerian Perhatian. Sehingga sudah sepatutnya Gowa mampu menjadi contoh pembangunan pertanian oleh daerah lain. "Sulawesi Selatan, khususnya Gowa harus surplus beras demi membantu memberikan manfaat ke daerah yang defisit. Oleh karena itu perlu inovasi dan trobosan yang harus dilakukan." Kepala BSIP memotivasi para penyuluh.
Dalam rakor ini hadir Kepala BBPSIP Dr. Syamsuddin didampingi Kapoksi P2SIP Haryo Radianto, M.Si. selaku penanggung Jawab LTT di Kabupaten Enrekang dan Gowa.
Rakor ini diharapakan menjadi forum untuk mensinergikan para pihak terkait, melakukan advokasi permasalahan dan tantangan serta memberikan motivasi dalam mewujudkan pembangunan pertanian yang berkelanjutan.